3 Tips Dalam Mengidentifikasi Keabsahan Tanda Tangan Dalam Dokumen

Dokumen adalah semua bentuk tulisan yang terdapat pada alat/ kertas/tempat tertentu, yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Seiring perkembangan waktu dan teknologi, sering ditemui adanya dokumen palsu.

Adapun dokumen palsu adalah dokumen yang telah diubah sebagian/seluruhnya dengan melawan hak pada suatu atas/atau tempat tertentu yang dibuat oleh seseorang dengan maksud tertentu dan dapat digunakan sebagai bukti. Salah satu hal yang paling sering dipalsukan dari sebuah dokumen adalah tanda tangan sebagai bukti legalitas dari dokumen tersebut.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi keabsahan sebuah tanda tangan dalam dokumen adalah:

  1. Mengidentifikasi alas dari dokumen tersebut, yang terdiri dari:
    1. Media penulisan dokumen, media penulisan dokumen bisa dalam bentuk media tertulis ataupun dokumen elektronik;
    2. Isi dari dokumen; dan
    3. Legalitas. Legalitas sebuah dokumen dilihat dari tulisan tangan dan /atau tanda tangan, dan /atau stempel yang ada pada dokumen tersebut.
  2. Mengumpulkan hal-hal yang dicurigai palsu. Baik itu keseluruhan isi dokumen, tanda tangan dokumen atau stempel yang digunakan dalam dokumen tersebut.

    Hal-hal yang dicurigai palsu ini bisa dalam bentuk dokumen bukti atau questioned dokumen.

    Dokumen Bukti adalah semua dokumen yang digunakan/dihasilkan/berasal dari suatu kejahatan/ pelanggaran hukum. Contoh : tanda-tangan, tulisan tangan, tulisan ketik, cap stempel, barang cetakan/blanko, penghapusan/perubahan, usia dokumen, kewajaran dokumen.

    Sedangkan questioned dokumen adalah dokumen yang dipersoalkan atau dokumen yang diragukan kebenarannya sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  3. Mengumpulkan bukti pembanding. Bukti pembanding adalah semua dokumen yang diketahui serta diyakini kebenarannya dan digunakan sebagai pembanding dalam verifikasi dokumen atau dalam pemeriksaan/ penelitian suatu dokumen sehubungan dengan dokumen bukti atau questioned dokumen.

    Dalam mengumpulkan dokumen pembanding, dikenal dua cara yakni collected (diminta) requested (dicari). Dokumen Pembanding Collected adalah  dokumen pembanding yang sudah ada misalnya, ijazah, akta, dan lain-lain. Sedangkan Dokumen Pembanding Requested adalah dokumen pembanding dibuat di depan petugas yang berwenang sehubungan dengan adanya kasus dokumen bukti atau questioned dokumen, misalnya terjadi pemalsuan tanda tangan, maka cara untuk mengumpulkan dokumen pembanding adalah dengan menyuruh orang yang bersangkutan untuk melakukan tanda tangan beberapa kali dihadapan petugas yang berwenang

3 Tips Dalam Mengidentifikasi Keabsahan Tanda Tangan Dalam Dokumen - 240217

BP Lawyers dapat membantu anda
Kami dapat membantu anda dalam memberikan solusi terbaik atas permasalahan perusahaan anda. Silakan menghubungi kami melalui ask@bplawyers.co.id atau +62 821 1000 4741

bplawyers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*