Perbedaan Utama Penyelesaian Sengketa dengan Jalur Arbitrase dan Litigasi

Arbitrase merupakan salah satu upaya penyelesaian sengketa yang termasuk dalam kategori nonlitigasi. Penyelesaian masalah melalui jalur ini masih terasa asing di telinga. Kendati demikian, tidak sedikit pula yang bahkan belum memahami penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi.

Litigasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui pengadilan, dengan hakim sebagai pemimpin sidang dan pengambil putusan utama. Litigasi disinyalir sebagai jalur hukum tertua dalam menyelesaikan pertikaian. Kasus yang ditangani berkaitan dengan perselisihan antara dua pihak, bukan seseorang yang melakukan pelanggaran hukum.

Sementara itu, arbitrase mengaitkan dua pihak dalam satu perselisihan; keduanya setuju untuk bekerja sama dengan pihak ketiga yang tidak memihak siapa pun dalam mendengarkan masalah dan mengambil keputusan. Metode ini memungkinkan adanya lebih dari satu orang arbiter. Meskipun demikian, pengambilan keputusan tetap dilakukan oleh satu arbiter saja.

Lalu, apa saja perbedaan dari litigasi dan arbitrase? Berikut ulasannya:

  1. Status Proses

Proses arbitrase sebagai jalur penyelesaian masalah bersifat pribadi, hanya meliputi kedua belah pihak yang bermasalah dan satu atau dua orang arbiter sebagai pembuat keputusan. Proses ini pun bersifat informal dan dapat dilakukan di mana saja. Berbeda dengan proses litigasi yang bersifat formal, dengan hakim sebagai pembuat keputusan dan dilakukan di ruang sidang pengadilan.

  1. Lama Waktu Penyelesaian

Dalam proses litigasi atau pengadilan, suatu permasalahan baru bisa diselesaikan jika pihak pengadilan telah memproses kasus tersebut, menunjuk hakim, dan melakukan panggilan. Artinya, penyelesaian kasus akan memakan waktu berbulan-bulan. Belum lagi jika pihak yang kalah mengajukan banding dan kasasi.

Di sisi lain, proses penyelesaian masalah dengan arbitrase memakan waktu yang lebih singkat. Jika kedua belah pihak telah memilih arbiter, permasalahan pun akan langsung diproses. Keputusan pun bisa segera diambil.

  1. Biaya yang Dikeluarkan

Perbedaan berikutnya adalah persoalan biaya yang akan dikeluarkan selama pelaksanaan proses penyelesaian. Proses arbitrase umumnya tidak menggunakan tempat dan tahapan yang panjang. Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan pun tidak akan terlalu tinggi. Biaya ini hanya meliputi pembayaran arbiter yang sesuai dengan keahlian dan pembayaran pengacara.

Sementara itu, dalam proses litigasi dibutuhkan tahapan yang cukup panjang, mulai dari pendaftaran berkas ke pengadilan, pembayaran pengacara, dan biaya pengadilan. Biaya tersebut akan terus bertambah seiring dengan pengajuan banding dan kasasi. Tentunya, biaya yang dikeluarkan untuk penyelesaian masalah secara litigasi akan lebih banyak.

  1. Penggunaan dan Peran Pengacara

Dalam proses arbitrase, pihak-pihak yang berselisih diperbolehkan menggunakan pengacara. Namun, peran pengacara dalam proses ini sangat terbatas, karena semua keputusannya ada pada arbiter. Sementara itu, peran pengacara dalam proses litigasi amat luas, mulai dari mengumpulkan bukti hingga menunjukkan hasil riset dan kasus mereka ke jajaran hakim di pengadilan untuk melakukan pembelaan.

  1. Batasan Barang Bukti

Bukti menjadi salah satu hal paling penting dalam menyelesaikan perselisihan dan melakukan pembelaan. Namun, aturan mengenai barang bukti ini tidak berlaku dalam proses arbitrase. Kalaupun diberlakukan, prosesnya terbatas dan dikendalikan oleh arbiter. Hal ini karena tidak ada panggilan pengadilan atau interogator dalam proses arbitrase.

Sementara itu, barang bukti adalah hal yang wajib ada dan ditunjukkan oleh kedua belah pihak dalam proses litigasi. Barang bukti ini berguna untuk menguatkan pembelaan dan argumen masing-masing pihak di hadapan majelis hakim saat persidangan.

  1. Proses Banding sebagai Upaya Hukum

Semua putusan hukum bersifat mengikat, tak terkecuali arbitrase. Meskipun demikian, pihak-pihak yang terlibat tidak memiliki pilihan banding, kecuali hal tersebut diatur dalam pasal undang-undangnya. Berbeda dengan litigasi yang bisa mengajukan banding dan kasasi setelah putusan dikeluarkan.

Baca juga: ANDA STAKEHOLDERS? YUK, PELAJARI SELUK-BELUK PENYELESAIAN SENGKETA DI PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

 Sumber: BPL Pengacara Arbitrase 

BP Lawyers dapat membantu anda
Kami dapat membantu anda dalam memberikan solusi terbaik dalam merancang dan menyiapkan seluruh kebutuhan terkait  penyelesaian sengketa merek melalui forum arbitrase baik di Badan Arbitrase Nasional Indonesia atau lembaga arbitrase lainnya. Anda dapat menghubungi kami melalui:
E : ask@bplawyers.co.id 
H : +6221-8067-4920

IGO

bplawyers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*